Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryFeb 22, '08 10:35 AM
for everyone

Senang sekali di hari yang indah ini, boleh kembali menyapa para sahabat melalui wahana ruang keluarga yang penuh kasih. Semoga kecerahan dan kecemerlangan senantiasa menyertai hari – hari kita sekalian.


Salam Super,

Dalam kesempatan yang baik ini, perkenankanlah saya untuk share kepada para sahabat sekalian tentang komunikasi efektif dan tepat sasaran :

Kuda – kudaan di sebuah toko swalayan ditunggangi oleh seorang anak manja yang keras kepala. Panggilan dan janji dari ibunya tidak bisa membujuknya. "Ayo, sayang, kita harus pulang dan menyiapkan makan malam," rayu ibunya. Manajer toko swalayan itu juga membujuknya – tanpa hasil. Akhirnya, dalam keputusasaan mereka meminta psikiater di toko itu untuk membantu. Orang itu segera berjalan ke anak itu dengan tenang, membisikkan sesuatu ke telinganya, dan anak itu segera turun dari kuda – kudaan itu ke arah ibunya.

"Apa yang Anda katakan kepadanya ?" Tanya ibu anak itu. Psikiater menjelaskan, "Saya hanya berkata, jika kamu tidak turun dari kuda – kudaan ini pada hitungan kelima, saya akan memukul kamu."

------

Cerita di atas mengingatkan saya kepada bagaimana ketika adik saya memaksa anaknya untuk meminum obat. Si anak sangat sulit sekali untuk mau meminum obat. Ibunya (adik saya) memarahi dengan bentakan dan cubitan agar si anak mau minum obat. Akibatnya : keponakan saya semakin menolak dan meraung – raung karena dimarahi dan sakit akibat cubitan ibunya. Alhasil adik saya ikut – ikutan ngambeg, frustrasi dan meninggalkan keponakan saya itu sambil mengomel … tidak jadi meminumkan obat.

Ibu, yang sedang memasak di dapur, langsung meninggalkan aktivitasnya sekedar untuk menemani dan menghibur keponakan saya.

Ayah saya yang kebetulan baru pulang dari bermain tennis, melihat keponakan saya menangis langsung menggendong Hanan, keponakan saya. "Hanan, anak ganteng koq nangis sih, kenapa ya ?"

"Hanan dimarahi mama. Biarin anak nakal … gak mau mimik obat."
Kata adik saya keluar dari kamar.

"Ayo minum obat sama Kakung, aja. Mamanya Hanan galak ya ?" Ayah saya mencoba menentramkan keponakan saya.

"Hanan nggak mau minum obat, pahit." Kata keponakan saya menolak.

"Kalau nggak mau minum obat, berarti bukan anak ganteng, nanti nggak disayang sama Kakung, gimana ?" Ayah saya "mengultimatum" .

"Nha a'em, gitu baru anak pinter namanya." Lanjut Ayah saya ketika keponakan saya akhirnya mau meminum obatnya.
Ayah saya menggoda adik saya, "Wah, mama-nya Hanan kalah pinter sama Kakung ya ?"

-----

Satu – satunya cara untuk menumbuhkan seorang anak yang baik adalah menjadikannya seorang anak yang berbahagia. Dan satu – satunya cara untuk menjadikannya berbahagia adalah menjadikan diri Anda seorang dewasa yang bersikap baik kepadanya.
(Mario Teguh – The Greatest Love Our Children & Future)


Sekarang ini, tindakan yang dilakukan oleh Psikiater dalam cerita di awal, dan pendekatan ayah saya kepada keponakan saya, hal itu disebut cinta – keras : disiplin yang didukung dengan hukuman, tetapi dicampur dengan cinta.

Anak – anak membutuhkan sahabat dewasa yang kuat, yang bersamanya akan membuat anak – anak merasa terlindungi, dan tumbuh menjadi pribadi yang kuat.

Salam super
Agung Widyatmoko, SM 0932

Add a Comment